Desa Ambulu
Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon - 32
Administrator | 29 Juni 2025 | 119 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
29 Juni 2025
119 Kali Dibaca
Penulis: Hasan Basri
Pagi itu, 28 Juni 2025, halaman Balai Desa Ambulu lebih ramai dari biasanya. Anak-anak yatim piatu berdiri berjajar dengan wajah berseri, ransel kecil menggantung di punggung, dan semangat besar di dalam hati mereka. Bus pariwisata yang terparkir rapi di pelataran Balai Desa Ambulu akan membawa mereka ke Cirebon dalam rangka City Tour 2025, sebuah perjalanan tahunan yang bukan sekadar rekreasi, melainkan bentuk kasih sayang desa untuk anak-anak yang tumbuh tanpa orang tua.
“Dengan memberi semangat dan wawasan, bahwa di luar Ambulu kesempatan terbuka lebar untuk mereka yang mau belajar dan bergaul,” ujar Kuwu Ambulu, Sunaji, sebelum rombongan berangkat.
Makam Sunan Gunung Jati, Belajar dari Leluhur
Perhentian pertama adalah Makam Sunan Gunung Jati. Di tempat sakral itu, anak-anak belajar bahwa Islam di tanah Jawa tak hanya datang dari buku pelajaran, tapi dari perjalanan panjang para wali. Selain belajar tentang sejarah islam masuk di Cirebon, juga mereka diajak berdoa bersama sebagai kesadaran ruhani dipupuk sejak dini.
“Jadi dulu orang belajar agama sambil berdagang ya, Bu?” tanya seorang anak polos, matanya masih tertuju ke gapura makam yang megah.
Pelabuhan Cirebon, Menyusuri Jejak Perdagangan Masa Lalu
Selanjutnya, mereka diajak ke Pelabuhan Cirebon. Di sana, suasana berubah menjadi lebih hidup. Anak-anak berdiri di tepi dermaga, melihat kapal-kapal nelayan dan mendengar kisah masa lalu Cirebon sebagai kota pelabuhan penting. Beberapa tampak terpukau saat mendengar bahwa dulu rempah-rempah dari Indonesia dikirim ke penjuru dunia lewat pelabuhan ini.
Bandara Cakrabuana
Di Bandara Cakrabuana, tawa dan rasa kagum tak bisa disembunyikan. Anak-anak menyaksikan pesawat dari dekat. Beberapa mulai berani bertanya tentang cara kerja pesawat, jenis-jenis maskapai, dan bagaimana cara menjadi pilot.
Tak ada guru formal di perjalanan ini, tapi pelajaran hadir di mana-mana.
“Pendidikan bukan hanya soal pelajaran,” kata Sunaji, “tapi juga tentang mengenal dunia dan membuka diri pada lingkungan yang lebih luas.”
Kolam Renang Ciperna, Akhir yang Manis, Pelukan yang Hangat
Tujuan terakhir sekaligus acara utama adalah di Kolam Renang Ciperna. Di tempat itu, suasana berubah menjadi perayaan penuh kegembiraan. Anak-anak bermain air, bercanda, dan menikmati suasana tanpa beban. Di sinilah pembagian bingkisan dan uang santunan dilakukan, bukan sekadar bentuk bantuan, tapi juga simbol bahwa mereka tidak sendiri.
Satu per satu anak dipanggil, menerima paket kecil berisi perlengkapan sekolah, makanan ringan, dan amplop sederhana. Di balik senyum malu-malu mereka, terselip rasa dihargai dan disayangi.
Bagi Kuwu Ambulu, Sunaji, program City Tour ini bukan sekadar agenda rutin yang dicentang tiap tahun. Ia melihatnya sebagai sebuah latihan batin, melatih kepekaan, memperluas empati, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial, khususnya terhadap anak-anak yang sejak kecil harus tumbuh tanpa pelukan orang tua.
“Secara pribadi, saya ingin mengasah jiwa sosial dengan belajar memelihara dan menyayangi anak yatim piatu,” ucapnya.
Ia sadar, tidak semua bisa ia berikan. Mungkin belum bisa menyediakan makan tiap hari atau menjadi wali yang membiayai penuh. Tapi ia percaya: hadir, menyapa, dan tertawa bersama saja kadang sudah cukup berarti. Menemani mereka menyisir lorong makam, menenangkan yang kehilangan sandal, atau sekadar mendengarkan celoteh spontan tentang pesawat dan kapal, itulah bentuk kecil dari kasih yang nyata.
“Kalaupun belum mampu memberi nafkah atau menjadi orang tua asuh,” tambahnya, “minimal bisa memberi pendidikan, bimbingan, dan semangat.”
Bagi Sunaji, ini bukan soal amal, bukan juga urusan “mengasihani”. Ini soal menjalankan kewajiban sebagai bagian dari pemerintah desa yang ingin negaranya benar-benar hadir, tidak sekadar di kertas atau ruang rapat, tapi di tempat paling sederhana: di samping anak-anak itu.
“Sebagai orang pemerintah, minimal kita melaksanakan salah satu tujuan bernegara dalam pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya. Ia bahkan mengingatkan kembali amanat Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945: “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.”
Dan hari itu, negara benar-benar hadir. Bukan lewat kemewahan, tapi lewat nasi bungkus hangat, dibagi rata dan disantap bersama. Bukan dengan sambutan panjang, tapi dengan bahu yang siap dipeluk dan telinga yang benar-benar mendengar.
Program City Tour Anak Yatim Piatu 2025 kembali menegaskan bahwa Desa Ambulu bukan sekadar wilayah administratif, tetapi ruang hidup yang berusaha merawat warganya, terutama mereka yang kehilangan sandaran sejak kecil. Dengan rute yang tak hanya menyuguhkan hiburan tapi juga pelajaran sejarah dan semangat hidup, desa ini memperlihatkan bahwa kasih sayang bisa hadir lewat kebijakan yang sederhana namun berdampak.
Keterlibatan Pemerintah Desa, terutama kepedulian Kuwu Ambulu, menjadi pengingat bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang menanamkan nilai kemanusiaan. Dari makam wali, pelabuhan, hingga kolam renang, semua disusun bukan untuk pamer agenda, melainkan untuk menghadirkan pengalaman yang membekas dan mendewasakan.
Ambulu mungkin desa kecil, tapi dengan cara seperti ini, ia sedang membentuk jiwa-jiwa besar, anak-anak yang tumbuh dengan rasa percaya bahwa mereka tak sendirian, bahwa ada tempat yang memikirkan mereka, dan bahwa masa depan tetap bisa ditapaki dengan langkah tegak dan kepala terangkat. [ ]
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2907
Populasi
2804
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
5711
2907
Laki-laki
2804
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
5711
TOTAL
Aparatur Desa
Kuwu
SUNAJI
Sekretaris Desa
TARYANTO
Kadus III
MAMAN ABULLAITS
Kaur Keuangan
DIANI
Kasi Pemerintahan
SARIPIN
Kadus II
KARSAN
Kasi Kesejahteraan
QUROTU SAIDAH
Kasie Pelayanan
AGUS B.A.
Kaur TU Umum dan Perencanaan
SRI KUSNI A.T.
Desa Ambulu
Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
Menu Kategori
Arsip Artikel
527 Kali
Tanggul Naik, Rob Ngambek, Babak Baru di Ambulu
202 Kali
Pelepasan Siswa-siswi PKBM Maju Jaya Ambulu, Ketika Desa Mengubah Takdir Lewat Pendidikan
186 Kali
Ambulu Tidak Main-main, Prestasi Pelajar Diganjar Apresiasi
184 Kali
Sejarah City Tour Ambulu, Cara Pemdes Ambulu Menghargai dan Memanusiakan Anak Yatim-piatu: Tawa Anak Yatim, Doa untuk Desa
118 Kali
Tradisi Berlanjut, Ambulu Kembali Adakan City Tour Anak Yatim Piatu 2025
99 Kali
Refleksi Isra' Mi'raj bagi Abdi Negara
97 Kali
BLT DD Ambulu 2025, Bantuan yang Tak Hanya Ditunggu, Tapi Juga Dihantarkan
72 Kali
"Lebih dari Sekadar Ibadah, Tarling Ambulu Jadi Ruang Dengar Suara Rakyat"
69 Kali
"Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Bersama Lintas Lembaga Desa Ambulu Cirebon"
54 Kali
"Munggah Gendeng Bangunan Baru Balai Desa Ambulu Simbol Gotong Royong Warga Desa"
99 Kali
Refleksi Isra' Mi'raj bagi Abdi Negara
80 Kali
Sinergi Kamtibmas, Kapolsek Losari Sambangi Kuwu Se-Kecamatan di Galeri Ambulu
77 Kali
"Gotong Royong Ibu Kuwu dan Puluhan ibu-ibu PKK, Kobarkan Semangat Awal Tahun di Desa Ambulu"
48 Kali
Respons Banjir Rob Enam Bulan, Desa Ambulu Losari Bangun Jalan Rabat Beton
Agenda
Belum ada agenda terdata
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 47 |
| Kemarin | : | 42 |
| Total | : | 16,082 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.36 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar